OlimPICtures 2008 : Sportif!

Tuesday, August 26, 2008 | Labels: | 0 comments |

Yang paling saya suka dari olahraga adalah : sportivitas.
Memberi ucapan selamat kepada 'lawan'.
Kenneth Jonassen (DEN) & Lee Hyun iLL (KOR)


Chen Jin (CHN) & Lee Hyun iLL (KOR)


Sony Dwi Kuncoro (INA) & Lee Choong Wei (MAS)




OlymPICtures 2008: Win or Lose?

| Labels: | 0 comments |

Pertandingan. Tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Inilah ekspresi kemenangan dan kekalahan pemain bulutangkis dalam even akbar empat tahunan, Olimpiade (Beijing, 2008)
"Fiuuh, akhirnya gue menang" --mungkin begitulah kira-kira perasaan tunggal Denmark, Peter Gade setelah mengalahkan pemain Jepang, Shoji Sato.

Ekspresi kekalahan ganda putra korea, Jung Jae Sung / Lee Yong Dae (btw, si Lee cute euuy!!).



Pekik kemenangan ganda campuran Inggris, Robertson/Emms setelah mengalahkan pasangan China, Zheng Bo /Gao Ling.



Bao Chun Lai, setelah kalah dari Lee Hyun iLL di perempatfinal bulutangkis Olimpiade 2008


OlymPICtures : it's badminton time!

Tuesday, August 19, 2008 | | 0 comments |













badminton : u rock my day!

Tuesday, August 12, 2008 | Labels: | 0 comments |


Badminton, Mei 1996.

Inilah saat kita bertemu untuk pertama kalinya..

Kala itu kejuaraan Thomas dan Uber Cup sedang berlangsung di Hongkong.




Badminton, saya jatuh cinta padamu secara perlahan.

Awalnya hanya karena tidak sengaja membaca profil di koran Kompas tentang Michael Sogaard dan Henrik Svarrer, pasangan ganda putra Denmark...

Michael yang temperamental, dan tim Denmark yang underdog membuat saya tertarik mengikuti perkembangan berita Thomas Uber selanjutnya. Saya berharap mereka bisa membuat kejutan.

Lalu, saya pun jatuh hati kepadamu. Hingga membuat saya yang buta olahraga ini menjadi banyak belajar; tentang sistem skor, tentang sejarah permainan, apa itu dropshot, apa itu backhand dan sebagainya.

Saking jatuh hatinya padamu, ketika SMP saya bertekad untuk menjadi wartawan pada World Badminton Magazine, sebuah majalah resmi milik IBF. Tidak hanya itu, saya pun ingin menjadi pengepel lapangan bulutangkis dan mendirikan museum bulutangkis.

Kini setelah 12 tahun berlalu...

Ada banyak hal yang terjadi diantara kita. Ada masa-masa dimana saya berpaling darimu dan melirik bidang lain..

Tapi itu tidak penting untuk diingat.

Yang paling penting adalah : kini kita kembali bersama, meski saat ini saya bukan seorang wartawan olahraga, belum mendirikan museum bulutangkis, dan sedang berjuang untuk bisa menjadi tukang pel di IOSS 2009 nanti.